Maksud Talak 1, 2 dan 3 Serta Masa Iddah isteri?

Pertanyaan:

ass.wr.wb.
apa kabar ustadz?
saya mau tanya,apa bedanya TALAK 1, TALAK 2,TALAK 3 ?
Dan IDDAHnya seperti apa jikalau orang yg sudah talak 1,2,3.ingin menikah kembali?
terimakasih byk wassalam.wr wb

Sofi Saefudin, Athens, Yunani

Jawaban:

wa'alaikum salam wr wb
Kabar baik, alhamdulillah mbak, terima kasih.

Talak satu adalah talak yang dijatuhkan pertama kali oleh suami kepada isterinya. Masa iddah si isteri adalah 3 kali suci (menurut Syafi'iyyah) atau tiga kali haid (menurut Hanafiyyah) (kurang lebih 3 bulan, lihat dalam surat al-Baqarah: 228). Selama masa iddah ini, isteri tidak boleh dandan dulu, dan tidak boleh menerima lamaran orang lain. Apabila sudah habis masa iddah dan si suami tidak rujuk, maka si isteri boleh menentukkan pilihan lainnya, juga boleh menikah dengan yang lainnya.

Talak dua adalah talak yang dijatuhkan oleh suami kepada isterinya untuk yang kedua kalinya. Masa iddahnya sama dengan talak pertama.

Talak tiga, adalah talak yang dijatuhkan suami yang ketiga kalinya. Untuk talak ketiga ini, si isteri masa iddahnya sama dengan talak satu dan dua. Hanya, sekalipun dalam masa Iddah, si suami tidak boleh kembali kepada mantan isterinya itu. Tidak ada rujuk dalam talak tiga. Suami boleh kembali ke mantan isterinya apabila si isteri tersebut sudah menikah dengan laki-laki lain secara sah, dan keduanya telah berhubungan badan (QS. al-Baqarah: 229, 230). Kemudian apabila ia cerai dengan suami itu, maka mantan suami pertamanya boleh kmbali lagi ke mantan isterinya itu.

Masa iddah isteri dikecualikan apabila sedang hamil. Bila sedang hamil, maka masa iddahnya adalah sampai ia melahirkan (QS. at-Thalaq: 4). Demikian juga apabila suaminya meninggal, masa iddahnya adalah 4 bulan 10 hari (QS. al-Baqarah: 234).

Demikian semoga jelas. terima kasih mbak sofi.
wassalam
aep sd

27 komentar:

Hamba Allah yg bersedih said...

Asslmkm ustad,

saya ,mau bertanya tentang TALAK

saya menikah sudh 12th. belm mempunyai anak.

tahun ke3 sampai ke 5, kami sering bertengkar dan sering terucap kata cerai karena suami mengikuti emosi dan juga pancingan dari saya.

setelah itu, kami berinisiatif untuk melakukan bangun nikah. sekedar info kami sama sekali awam tentang talak ini jadi kami membangun nikah di KUA tanpa ada konsultasi dengan siapapun dan tanpa saksi dari kedua keluarga (hanya dari KUA). apakah nikah rujuk itu sah ?

setelah itu, masuk tahun ke 7 sampai 12 .. kami tidak selalu bertengkar, karena kami sama2 keras dan ego masih ada saja pertengkaran yg pengucapan talak tetap ada. tapi pada th ke 12, kami sempat berkonsultasi dengan ustad. dan menurut ustad tersebut (yg mendengar cerita kami dari th ke5 sdh membangun nikah) beliau menyimpulkan bahwa kami sdh talak 3 sebenarnya, tapi pada saat itu suami tidak mau bercerai dari saya. yang pada akhirnya kami membangun nikah kembali untuk yg 2 (dengan saksi dari keluarga)

blm lama berselang, karena masih kuat ego kami, kami kembali bertengkar hebat dan saya meminta pulang paksa sekaligus talak dan suami mengiyakan.

sudh sebulan kami pisah rumah, dan saya menyesal dan ingin kembali kepada suami. saya sdh mohon ampun dan berjanji akan berubah, tetapi suami tidak mau menerima. dengan berbagai alasan, dari keluarganya samapi akhirnya agama.

dia mengatakan kami sdh tidak bisa rujuk, jikapun ingin rujuk masing2 harus menikah.

saya sampai detik ini masih mencari arti talak dengan kondisi saya diatas.
bagaimana hukumnya di islam ? apa memang sdh jatuh talak 3 untuk kami ? atau masih bisa rujuk dgn ada masa iddah ?

mohon penjelasannya ustad
terima kasih
wassalam

Aep Saepulloh Darusmanwiati said...

Wa'alaikum salam wr. wb.
Terima kasih atas pertanyaan ini. Sebelumnya saya sarankan semoga kita lebih berhati-hati dalam bertindak, berkata-kata, dan dalam mengendalikan diri kita. Setan selalu menggoda para hamba ALlah, dengan cara apa saja. Karena itu, ke depan, semoga kita lebih mawas diri, lebih dapat menahan emosi, dan tidak mudah terprovokasi.

Dalam hal talak yang dikeluarkan oleh orang yang sedang marah, para ulama mengatakan bahwa jika marahnya itu sampai hilag akal, dalam pengertian tidak sadar lagi apa yang diucapkan, maka talaknya tidak jatuh.

Namun, jika kata-kata talak tersebut dikeluarkan suami dalam keadaan marah, hanya masih sadar dengan apa yang diucapkan, maka para ulama dalam hal ini mengatakan talaknya jatuh.

Adapun berkaitan dengan rujuk di KUA yang mbak lakukan, hemat saya, sah. Jumhur ulama mengatakan, bahwa rujuk sah, baik dengan ucapan seperti: "Aku rujuk kepada kamu, atau aku kembali kepada kamu lagi", atau juga dengan perbuatan, termasuk berduaan di kamar atau berhubungan badan. Jika suami melakukan hubungan badan dengan isterinya yang masih dalam iddah, maka itu dipandang sebagai rujuk.

Hanya, Madzhab Syafi'i mensyaratkan rujuk itu harus dengan ucapan, tidak boleh dengan perbuatan. Saksi dalam rujuk, menurut jumhur ulama bukan termasuk syarat sah rujuk, tapi sunnat saja. Artinya, sekalipun rujuk itu tanpa ada saksi, maka tetap sah.

Seorang suami yang mengatakan: Saya cerai kamu, atau sya talak kamu', yang oleh para ulama disebut dengan talak sharih, maka hukumnya telah jatuh talak, sekalipun tanpa niat. Ini menurut pendapat empat imam madzhab.

Sedangkan jika suami mengatakan: Saya cerai kamu tiga talak langsung, para ulama ada yang mengatakan telah jatuh talak 3, dan ada lagi yang mengatakan, baru jatuh talak satu. Dan pendapat terakhir, di ambil di Mesir, juga di undang-undang negara islam lainnya.

Namun, jika suami mengatakan: Saya cerai kamu, kemudian ada jarak waktu lalu mengatakan lagi: saya cerai kamu, lalu ada jarak waktu lagi dan mengatakan lagi: saya cerai kamu, para empat imam madzhab sepakat bahwa telah jatuh talak tiga.

Jadi dalam hal ini, karena suami harus lebih berhati-hati dalam mengeluarkan kata-kata talak, karena akibat hukumnya sangat besar.

Melihat dari penuturan mbak, saya menangkap, suami telah mengeluarkan kata talak, cerai sebanyak tiga kali dalam waktu yang berbeda-beda, tidak dalam satu waktu. Karena itu, saya lebih cenderung untuk mengatakan, mbak dan suami telah terjadi talak tiga, dan tidak boleh menikah lagi, sampai mbak menikah dulu dengan laki-laki lain, dan berhubungan badan seperti biasa dengan suami baru.

Demikian, semoga jelas. Semoga ke depan, baik suami atau isteri, lebih dapat menahan marah, mengontrol diri, dan memohon perlindungan dari Allah. Penyesalan, tidak pernah terjadi di awal, tapi selalu belakangan.

Demikian Mbak, semoga bermanfaat. Wallahu a'lam bis shawab. Makasih.

Anonymous said...

aslkm pak ustad,ana mw tnya ketika sang suami mengatakn "bercerai la suda kita.."..apa hukum nya?apa ka suda d jatuhi talak terhdap sang istri?

Anonymous said...

Assalamualaikum Ustadz,
Saya Pria 34 thn sudah menjalani pernikahan selama 6 thn. Dalam pernikahan kami semua berjalan dengan baik-baik saja dan menyenangkan. di tahun ke 6 tiba-tiba istri saya menjadi dingin dan tidak mau berhubungan.
Ketika ditanya ternyata ada dendam tersembunyi ketika kami sempat tinggal di rumah org tua saya, sakit hati yg disimpan terutama kpd ibu saya itu mencuat di tahun ke enam ditambah dengan ternyata dia tidak pernah merasakan nikmatnya berhubungan selama pernikahan kami.
Istri saya meminta cerai.. dan jatuh talak 1 kepdanya karena saya jadi sakit hati krn perilakunya yang dingin dan tidak cinta lagi.
Kami sudah memiliki 2 anak.
Setelah talak 1 tersebut kami sempat kembali dan mencoba berhubungan tapi tidak terasa nikmat krn istri saya pun masih dingin.
Istri takut dosa krn perilakunya dan meminta cerai untuk terhindar dari dosa.
Saya minta nasihat ustadz harus bagaimana sikap saya terhadap istri saya ini.?
Jika memang saya belum jatuh ke talak 3 (menceraikan dia lagi) apa boleh dia menjalin hub ke pria lain?

aep saepulloh darusmanwiati said...

Wa'alalikum salamwr. wb.
Terima kasihMas, pertanyaan yang sangatluar biasa, dan semoga ALlah selalu memberikan jalankeluar darisetiap masalah yang kita hadapi di dunia ini,amiiin.

Islam sangat memberikan aturan yang detail tentang usaha menuju keluarga yang bahagia, atau sakinah mawaddah wa rahmah. Di antaranya seputar berhubungan badan. Rasul dalam hadits shahih sangat memperhatikan hal itu. Rasul misalnya mengatakan, kurang lebih maknanya demikian:, janganlahkalian berhubungan badan seperti hewan, di mana ketemu langsung 'main', tapi perlu adanya 'pemanasan' agar hubungan badan menjadi lebih nikmat dikedua belah pihak.

Dalam hadits lain Rasul juga mengingatkan agar ketika berhubungan badan, suami tidak segera mencabut kemaluannya, tapi biarkan beberapa saat, sehingga isteri juga merasakan nikmatnya hal itu.

Tidak semata-mata Rasul menegaskan hal itu,melainkan bahwa hubungan badan termasuk halpenting dalam menuju keluarga samara. Suami perlu berusaha dengan cara apa saja, selama halal, untuk membahagiakan isteri dalam berhubungan badan, dan ini adalah sunnah rasul.

Yang kedua, cerai tidak tepat dikatakans ebagai upaya menghindari dosa kepada suami. Cerai justru dalam hadits rasul adalah: perbuatan halal yang paliing dibencioleh ALlah. Jadi ketika masalahnya demikian, lalu cerai, itu aritnya sama berupaya menghindari takut dosa,kepada sesuatu yang jelas-jelas sangat dan paling dibenciAllah, na'udzubillah.

Jadi sekarang, mas dan isteri carimasalahnya. Masalahnya jelas di atas, isteri pernah dendam atau sakit hati oleh ibu Mas. Jdi sekarang, bagaimana dendam ituhilang, coba bicarakan bertiga dengan ibu Mas, agarkednya baikan, dan tidak ada dendam, karena dendam adalah dosa.Selama menyimpan dendam, maka selama itu juga kita melakukandosa.

Setelah itu, mohon dan doa kepada ALlah, agar ALlah membukakan hati masing2 dan lebih merekatkan lagi hubungansuami isteri.Jangan lupa setiap malam jum'at baca surat al-Baqrah bersama-sama, terus ashshafat ayat 1-10 atau juga yasin. Mohonkan agar ALlah kembali merekatkan ikatan batin mas danisteri mas. demikian.

Pertanyaan ketiga,selama isteri mas status nya masih isteri mas, mkaa tidak diperbolehkanisteri mas menjalin cinta dengan laki-laki lain.Hukumnya jelas haram. Namun,jika mas sudah menceraikannya, seklaipun belum talak tiga, namun masa iddahnya telah habis, maka isteri boleh mencari pasanganlain, karena masa iddah dengan mas telah habis.

demikian, semoga jelas, wallahu a'lam bis shawab.
terima kasih
aep saepulloh darusmanwiati

aep saepulloh darusmanwiati said...

Wa'alaikumsalam wr. wb.
Kata-kata: "bercerailah sudah kita". Para ulama mengatakan, bahwa talak dibagi dua, ada yang sharih ada yang kinayah. Yang sharih adalah di antaranya menggunakan kata talak, atau bahasa kita cerai. Untuk talak sharih ini, jika suami mengatakannya sekalipun tanpa niat, maka jatuh talak.

Namun perlu juga saya sampaikan, ada kata-kata yang sekalipun menggunakankata cerai, tapi belum ucapan mantap. Misal, kalau gitu kita cerai aja gimana? Untuk kata terakhir ini,belum jatuh talak, karena masih menunggu keputusan bersama, yaitu gimana? Untuk yang terakhir ini, perlu ada niat dari suami bahwa kata2 itu dimaksudkan untuk talak.

Kalau ternyata suami betul2 berniat dengan kata itu untuk cerai betul-betul, maka sudah jatuh talak. Demikian Mas. Semoga jelas, wallahu a'alam bis shawab.

Anonymous said...

Assalaamualaikum Wr. Wb.
Terimakasih banyak atas nasihatnya Ustadz..
Berikut kelanjutannya yang saya sendiri kaget.
Setelah kejadian diatas saya pergi keluar kota karena memang saya kerjanya jarang sekali di Jakarta.
Iseng2 punya iseng saya sempat bongkar emailnya dari laptop saya di kota lain dan Masya Allah... sangat sedih saya Pak.
Ternyata istri saya berhubungan by email ke bule dengan mesra yang tidak pernah sebelumnya dia lakukan pada saat dia dingin.
Saya perhatikan satu persatu ternyata dia sudah email2an sebelum saya pergi ke luar kota.. artinya saya masih di sampingnya tapi dia selingkuh dengan orang lain walaupun di dunia maya. Dan dia pun memberikan foto terlihat rambutnya dengan pandangan mesra.
Ketika saya tanyakan, dia bilang iseng dan yakin tidak akan terjadi apa2 karena dia jauh. Tapi herannya dia pun memberikan alamat dan no. HPnya. Sehingga sampai saat ini pun dia masih menerima telp dari bule itu dengan kata mesra.
Saya sakit hati betul ustadz..
Dia jatuh cinta dan sedang berbunga2 dengan bule itu tanpa memikirkan saya dan anak2.
Jika memang pekerjaan saya yang menjadi alasan dia berbuat seperti itu, saya pun sering memenuhi kebutuhan kami dengan pulang 1 bln sekali.
Anehnya lagi ketika ditanyakan dan dimarahi karena dia tidak boleh berbuat itu, dia malah lebih marah (karena kesal dengan keadaannya) dan selalu meminta diceraikan saja. Dia selalu bilang bukan istri sholeha yang sanggup ditinggal terus2an (6thn pernikahan), sex tidak pernah puas dan satu lagi ustadz unsur kemapanan selalu menjadi senjatanya juga.
Tapi saya sudah berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi kebutuhannya. Walaupun rumah masih ngontrak, mobil blm punya tapi dia tidak bisa bersabar untuk itu..
Jika saya ceraikan untuk talak3, mungkin dia akan bersama bule itu dan ga jelas arah hidupnya (Islam/Non).
Jika kami kembali bersama hal itu akan terus terungkit dan kami tidak bahagia.
Bukan mau saya dapat pekerjaan ini dan saya hanya bersyukur masih punya pekerjaan demi anak2 saya.

Anonymous said...

Padahal saya memilih dia no.1 karena agamanya. kemudian keturunan, kekayaan dan kecantikan (dia punya semua itu).
Tapi mengapa dia berbuat demikian menjijikkan.
Sempat saya limbung atas beban ini, untungnya Alhamdulillah saya tidak menempuh jalan yang salah.
Saya terus berpuasa, berharap jalan keluar yang terbaik yang diberikan Allah atas cobaan ini.
Mohon doanya Ustadz

Anonymous68 said...

Assalammualaikum,
Kami sudah lama bernikah namun sering bertengkar. Saya dan suami kedua-duanya panas baran. Saya juga sering ketika bergaduh mengeluarkan perkataan meminta cerai sehingga suami pernah berkata ' Jangan minta cerai lagi, kalau minta jatuh talak'. Setelah beberapa lama kami bertengkar lagi dan saya dan suami telah lupa akan janji kami itu. Dipendekkan cerita, kami bertengkar lagi dan sy terus meminta cerai dan kemudiannya suami berkata, 'saya ceraikan kamu dengan talak satu'. Di sini saya musykil samada telah jatuh satu atau dua talak.
Mohon penjelasan ustaz. Terima kasih

Roslan said...

sallamualaikum ustaz,saya nak tanya soalan mengenai Talak3 melalui sms yg berikut
OK LA KO DTG C NI CEPAT URUS NI PERCERAIAN AKU CERAI KO TALAK3 KLU ADA 10 AQ BG SEMUA KO INGAT MULA SAAT INI DAN SMPI AKHIR HAYATKU SAYA PULAN B C PULAN MENJATUHKAN TALAK 3MD KEPADA PULAN BT C PILAN(NAMAYA SAYA CANTUMKAN BT NAMANYA JUA CONTOH SITI BT FATIMA) LEPAS DIA SMS LG BODOH EJA NAMA PUN SALAH SAYA SENGAJA MENGEJAKAN NAMANYA SALAH KEMUDIAN SAYA PERBETULKAN SEKALI LG DGN NAMA YG SEBENARNYA,
ADAKAH JATUH TALAK TERSEBUT SEDANGKAN SAYA X ADA NIAT DAN BERADA DLM KEADAAN YG MARAH SANGAT SEPERTI ORG KURAN SUIMAN,DAN 1 LG DIA TAK DATANG NAK URUSKAN KAN PERCERAIAN D MANA IA BERADA DI DAEARAH YG LAIN CONTAHNYA SAYA BERADA D TAWAU DIA D KOTA KINABALU SABAH, SEKIAN TERIMA KA C USTAZ,DR HAMBA YG DAIF DAN LEMAH

The Vistaaj said...

apakah masa iddah istri yng sedang hamil bisa berlaku walaupun di talak 3??jadi masih bisa rujuk walaupun sudah talak 3?

Anonymous said...

Assalammu'alaikum pak ustadz...sya mau tanya tentang pertanyaan pak ustadz di atas (Namun, jika suami mengatakan: Saya cerai kamu, kemudian ada jarak waktu lalu mengatakan lagi: saya cerai kamu, lalu ada jarak waktu lagi dan mengatakan lagi: saya cerai kamu, para empat imam madzhab sepakat bahwa telah jatuh talak tiga. )
maksudnya itu jarak watunya berapa lama...apa sejam..atau dua hari,atau satu bulan berikutnya?maka akan jatuh talak tiga...
soalnya saya ada teman yang suaminya mengatakan cerai tapi berbeda hari...suaminya telah mengatakan cerai 3 kali tapi berbeda hari..apakah itu telah jatuh alak satu atau talak tiga,dan apakah halal mereka berhubungan badan..trimakasih pak ustadz
wassaklammu'alaikum....

yust said...

pak ustad, assalaamu alaikum wr.wb., saya mau tanya, saya telah mentalak 3 kepada istri saya, ternyata istri saya yang telah di talak 3 itu sedang hamil , setelah saya mentalak 3 ,saya tidak mengetahui bahwa istri saya hamil kemudian di usg hasilnya positif sudah 7 minggu, apakah talak 3 yang saya jatuhkan itu sah atau tidak sah....dan apakah ada jalan untuk rujuk kembali...?

annstyle fashion said...

Asalamualaikum ustaz...saya ingin bertanya saya baru bnikah 1 tahun lebih,tapi suami telh melafazkn talak sebnyk 2 kali dlm waktu yg berbeza,ptama suami mnjatuhkan talak satu kpada saya tapi kami rujuk kmbali tnpa saksi,dan masuk akhir tahun dia menjatukn talak satu skali lg kpada saya adakah itu bmksud saya sudah jatuh talak 2?boleh ustaz terngkan sedikit mengenai isu itu kerna saya kurang jelas.

Anonymous said...

Assalamualaikum w.wb.
Maaf ustad saya mau tanya, saya mengalami permasalahan perkawinan dengan suami. sebelum permasalahan ini, sebetulnya saya sudah sering bertengkar dengan suami yang menyebabkan saya ingin bercerai dengan suami yaitu pada tahun 1997, 2001, dan 2007,dan saat itu saya mencoba untuk bersabar barangkali suami dapat berubah. yang menjadi penyebabnya adalah apabila saya terus bersama suami saya, saya takut akan semakin jauh dari Allah, dan saya juga takut bila hidup dengan uang haram. Dan yang keempat adalah tahun 2011 lalu.
Pada bulan Juli 2011 saya disuruh menanda tangani surat cerai dari pengadilan, tetapi saya tidak mau karena surat tersebut masih kosong, pada bulan agustus 2011 saya disuruh pergi dari rumah oleh suami akhirnya saya kembali ke orang tua ( saat itu anak saya juga disuruh pergi karena pada waktu itu dia membela saya yang dicaci maki oleh suami, sekarang anak ikut saya), dan pada bulan september 2011 suami saya mengatakan kepada ibu dan kakak perempuan saya bahwa akan bersedia menceraikan saya asalkan saya mendatangkan saya, ibu saya dan wali nikah saya dulu yaitu kakak laki-laki saya. pada bulan oktober 2011, saya dan kakak laki-laki saya datang ke rumah yang ditempati suami, tetapi suami tidak ada dirumah , akhirnya saya mengunjungi rumah orang tuanya. sebetulnya pada saat itu suami saya ada di sana tetapi dia tidak mau menemui saya. pada saat itu yang menemui adalah ibunya kakak laki-lakinya. waktu itu bukan penyelesaian yang kami dapatkan malah cacian dari pihak keluarganya.
saya mohon petunjuknya ustad , saya ingin mengajukan gugatan cerai kepada suami. secara agama dapatkah saya menggugat cerai suami saya. status saya dan suami adalah pns.
penjelasan ustad sangat saya harapkan.
terim kasih.
wassalamu alaikum wr.wb.
hamba Allah, di brebes.

Anonymous said...

Aslm pa ustad,

Saya mau tanya, apakah sudah jatuh talak apabila suami berkata atau bertanya sambil marah (waktu itu saya agak kurang ingat juga karena setau saya suami lagi emosi) "apakah kamu maunya kita cerai?" Saya tidak menjawab apapun saya terdiam kaget karena persoalannya sebetulnya hanya masalah komunikasi.
Saya tidak berani menolak ajakan suami untuk berhubungan alhasil saya seperti yang dingin tidak punya perasaan, padahal saat itu yang saya rasakan hanya capek. kelelahan karena saat itu saya sedang bersekolah, kerja juga dan mengurus anak-anak disiang hari. dan kami tidak punya pembantu. dan saat itu saya sedang haid.

Setelah itu kami pun hidup seperti biasa lagi, saya masih bersekolah (s2), kemudian hamil anak ketiga. Saya pun berniat untuk berhenti kerja dan merawat anak-anak, namun ada alasan lain sehingga saya belum bisa berhenti bekerja meskipun saat itu sedang hamil. Bisa pa ustad bayangkan capeknya bertambah dengan kehamilan saya yang ketiga diumur 36 tahun, anak saya yang pertama masih 7 tahun yang kedua 4 tahun. Ditambah suami yang pada tahun yang bersamaan harus bekerja diluar kota pulang malam sekali sudah pasti dalam keadaan capek sehingga kondisinya mudah emosi.
Alhasil kami kesulitan mendapatkan waktu relaks sehingga saya yang saat itu sedang hamil merasa tertekan sehingga selalu emosional juga. Hingga setelah saya melahirkan belum 40 hari, kedua anak saya sakit, sedangkan saya sendiri merawat bayi. Saya dibantu kedua orgtua saat itu karena suami diluar kota. pendek kata saya selalu uring2an dan mancing emosi suami sampai keluar kata2 "kita bubar saja".. dan terjadi dua kali dalam waktu yang berbeda dan kondisi emosional.
Pada saat kalimat terlontar, saya pun menyampaikan pada suami bahwa saya sedang haid pada kedua waktu berbeda tersebut (bulan yang berbeda).

Suami saya sekarang bersikap seperti oranglain thdp saya, katanya ada hal yang sangat menyakitkan yang sulit dilupakan sampai saat ini. Dan beliau masih ragu-ragu atas kesah-an pernikahan kami. Namun saya masih yakin kami masih suami-istri yang sah karena tatacaranya menjatuhkan talak pun tidak jelas.

Pak ustad, mohon pencerahan, yang jelas suami saya masih sayang sama saya dan anak-anak, tapi seperti ragu-ragu untuk meneruskan pernikahan ini tapi sepertinya tidak mau berkonsultasi secara bersamaan, selalu berkonsultasi sendiri dan merasa yakin dirinya benar.. adapun saya pernah mengucapkan kata-kata, "kalo begini saja ya sudah kita cerai..." konteksnya karena suami tidak mau bicara mengenai hal tertentu. dan saat itu saya terbawa emosi.. dan saya pun saat itu menyesal dan tidak kurang memohon ampunan pada suami.. namun sepertinya suami menjadikannya senjata, yang menunjukkan bahwa saya tidak bahagia hidup dengannya.

Anonymous said...

Aslm,
Pa ustad saya mau tanya apakah talak jatuh apabila sudah dikatakan dalam kalimat tidak jelas "kita bubar saja" sebanyak dua kali dalam waktu yang berbeda dalam kondisi emosi dan suami tidak tahu dan saat itu saya sedang haid (saya sedang emosi juga dalam keadaan haid sehingga memancing emosi suami), kemudian dibeberapa tahun yang lalu pernah berkata "Apa mau kita cerai?" dan saat itu ternyata saya positip hamil.. dan setelah itu rujuk seperti biasa, namun karena dalam kondisi emosi sekarang muncul lagi dan seolah terhitung dari sejak itu, suami berkeyakinan kami sudah terjatuhkan talak sebanyak 2 kali. Sekarang suami bertingkah seperti oranglain terhadap saya, saya bingung, apa yang sedang kami tunggu karena, ada saat-saat suami seperti menyesal tapi berkata "harus bagaimana lagi, sudah terjadi (seperti menangisi tindakannya seolah kita tidak bisa berbaikan lagi). kadang dia bilang sebenarnya dia sayang sama saya dan anak-anak.. Saya bingung sama suami saya, yang jelas kalo konsultasi dia bilang beberapa ustad berkata kita sudah cerai. tapi kalo saya ajak berunding langsung bertiga dan menjelaskan saat itu saya sedang haid, baru 40 hari melahirkan pula, anak-anak sakit saat bersamaan, dan suami sibuk kerja diluar kota (meskipun pulang dimalam hari sangat malam pasti capek dan emosional).

Pa ustad mohon penjelasan mengenai kondisi kami ini, terimakasih. apakah yang dikatakan masa iddah itu sedang berlaku terhadap saya? dan mohon penjelasan sepertinya menurut suami saya masa iddah itu masa penantian saat itu kita masing-masing harus menahan rasa meskipun rasa yang dirasakan saya itu rasa sayang terhadap suami rasa kangen dan penyesalan dan ingin kebahagiaan kembali. Menurut suami kita harus nahan rasa tersebut dan menderita, karena sepertinya suami saya juga sedih tapi seperti tidak bisa berbuat apa-apa. saya jadi bingung..

Anonymous said...

assalamu'alaikum ustadz
saya mau tanya..saya menikah baru 6 bln..mulai awal nikah sampai sekarang kami sering bertengkar,ego dan emosi istri saya tinggi jg pencemburu,curiga dia jg pernah membuang uang yang saya kasih,istri saya keras..dan juga maf ibu mertua saya jg sering ikut membela istri padahal dalam posisi salah..pada bulan k-3 ibu mertua saya bilang yg nggak2 pada kakak saya..akhirnya terjadi permasalahan kedua keluarga..istri saya sudah tidak nurut lagi sama saya dan saat itu jg saya serahkan ke orang tuanya..dengan maksud memberi pelajaran..bln k-2 dia mengajak rujuk tp masih dengan emosi saya belum mau..dan ini masuk bulan ketiga..saya pikir saya mau rujuk tp saya hubungi selalu tidak bisa.Dan jg kel istri saya ataupun klg saya tidak mau bertemu krn sama beda prinsip. Apakah tindakan saya ini sudah masuk talak? Dan kalau masuk talak 1 apa setelah masa iddah habis masuk hitungan talak 2 (maf saya masih bingung). Apa yang harus saya lakukan kalau ingin rujuk..? terima kasih Wassalamu'alaikum

Anonymous said...

ass.wr.wb. ustad..
sya mau tanya msalah talak..
sya seorang istri dari 2 org anak,sya dan suami sdah menikah 5thn..
sya sudah tidak melakukan hubungan badan selama 1 tahun lebih,tepatny dri pebruari 2011. Pd blan maret 2011 suami blg sma sya sebaikny berpisah sja. Jd smpai skrg sya dan suami psah rnjang dr pebruari 2011 tp msih serumah. Suami mnta tlg sya jgn kluar rmh dlu,dkrenakan org tuany (laki2) lg skit strok. Jd suami mnta sya mrahasiakan dlu mslah ini, mkany sya dan sumai msh serumah. Suami jg tidak mau brbicara sma sya.
yg ingin sya tanyakan,apa sya udh jatuh talak?
apbila ia,talak berpa?klo mau rujuk gmn pk ustad..
terimakasih byk wassalam.wr wb

Aep Saepulloh Darusmanwiati said...

Wa'alaikum salam wr. wb
Mbak The Vistaaj: Masa Iddah wanita hamil adalah sampai melahirkan, baik ditalak tiga atau tidak. Untuk yang sudah ditalak tiga, tidak dapat rujuk lagi dengan mantan suami mbak, tapi mbak harus menikah dengan laki-laki lain, hidup biasa bersamanya seperti suami isteri, kemudian cerai. Setelah itu, baru bisa menikah dengan suami mbak pertama. Demikian wallahu a'lam. Kalau bisa, masalah talak ini tolong ditanyakan ke badan fatwa resmi milik pemerintah tempat mbak tinggal.

@Yust: Mas Yus: Talak yang dijatuhkan kepada wanita hamil, menurut para ulama jatuh. Bahkan, sebagian ulama mengatakan itu sudah ijma ulama. Dengan demikian, hemat saya, talak tiga sudah jatuh, dan tidak ada rujuk lagi, karena sudah jatuh talak tiga. Mohon Mas konsultasikan lagi dan tanyakan lagi ke lembaga fatwa resmi pemerintah seputar masalah ini, karena ini masalah talak. Demikian wallahu a'lam bis shawab.

@Annstyle fashion: Mbak, para ulama membagi talak dari segi kata-kata yang dikeluarkan kepada dua: Sharih (jelas) dan ghair sharih (tidak jelas). Talak sharih adalah talak yang dikeluarkan oleh suami dengan menggunakan kata: "Talak atau cerai". Misal, saya ceraikan kamu, atau saya talak kamu. Untuk jenis ini, menurut para ulama, jika suami mengatakan talak sharih, maka telah jatuh talak, baik ada niat untuk talak ataupun tidak ada niat. Adapun kalau suami menggunakan kata talak yang tidak sharih, misalnya: "Saya serahkan kamu kepada orang tua", maka talak ini baru jatuh jika ada niat dari suami, bahwa kata 'serahkan' itu maksudnya adalah talak. Jika tidak ada niat talak, maka tidk jatuh. Dengan demikian, jika kata-kata yang dipakai oleh suami mbak adalah kata-kata sharih, maka talak telah jatuh. Demikian wallahu a'lam. Jangan lupa tanyakan ke lembaga fatwa yang terpercaya. Wallahu a'lam bis shawab.

@Anonymous: Secara agama dan ketentuan negara Indonesia, wanita mempunyai hak dan diperbolehkan untuk mengajukan cerai. Dalam istilah hukum islam dikenal dengan nama khulu', sedang dalam Konfilasi Hukum Islam, dikenal dengan Cerai Gugat. Jadi Mbak dapat mengajkan cerai ke pengadilan. Nanti pengadilan yang akan menilai, layak tidaknya pengajuan cerai gugat mbak antara dikabulkan atau tidak. Demikian, semoga jelas. Terima kasih. Wallahu a'lam bis shawab.

Anonymous said...

assalamualaikum..sya baru kahwin 1 tahun lbh..dan blm punya ank..
4 hari lps suami saya menceraikn sya talak 3 utk pertama kali,,,adakah talak itu sah??

fadia said...

Ass.wr.wb ustadz
Sy mau tanya,bagaimanakah bila suami dlm
keadaan marah mengucapkan kata2 lewat
SMS semacam : "Makin lama makin banyak
aturan km itu. Ga betah aku lama2"
Krn pd saat itu sy jg dlm keadaan msh sakit
hati krn ucapan suami yg memicu
pertengkaran kami, sy pun membalas SMS dgn
berusaha meredam emosi sy "Monggo,trserah,sy sdh pasrah"
Trs suami bls dmikian " Ya sdhlah,aku ta ngomong sama saudara2ku,,,pgn pulang aku"
Pak ustadz,,apakah yg demikian td sdh jatuh
talak kpd saya?
Mohon penjelasan dr ustadz,,krn sy bingung
hendak bertanya pd siapa
Terima kasih

Fadia Edin

fadia said...

Ass.wr.wb ustadz
Sy mau tanya,bagaimanakah bila suami dlm
keadaan marah mengucapkan kata2 lewat
SMS semacam : "Makin lama makin banyak
aturan km itu. Ga betah aku lama2"
Krn pd saat itu sy jg dlm keadaan msh sakit
hati krn ucapan suami yg memicu
pertengkaran kami, sy pun membalas SMS dgn
berusaha meredam emosi sy "Monggo,trserah,sy sdh pasrah"
Trs suami bls dmikian " Ya sdhlah,aku ta ngomong sama saudara2ku,,,pgn pulang aku"
Pak ustadz,,apakah yg demikian td sdh jatuh
talak kpd saya?
Mohon penjelasan dr ustadz,,krn sy bingung
hendak bertanya pd siapa
Terima kasih

Fadia Edin

Anonymous said...

Ass.wr.wb ustadz
Sy mau tanya,bagaimanakah bila suami dlm
keadaan marah mengucapkan kata2 lewat
SMS semacam : "Makin lama makin banyak
aturan km itu. Ga betah aku lama2"
Krn pd saat itu sy jg dlm keadaan msh sakit
hati krn ucapan suami yg memicu
pertengkaran kami, sy pun membalas SMS dgn
berusaha meredam emosi sy "Monggo,trserah,sy sdh pasrah"
Trs suami bls dmikian " Ya sdhlah,aku ta ngomong sama saudara2ku,,,pgn pulang aku"
Pak ustadz,,apakah yg demikian td sdh jatuh
talak kpd saya?
Mohon penjelasan dr ustadz,,krn sy bingung
hendak bertanya pd siapa
Terima kasih

Fadia Edin

Kopi_Cinta said...

Assalamu'alaikum ustadzah.
Saya mau tanya, saya menikah bulan January 2012.
Selama pernikahan yg pendek ini Rumah tangga kami selalu Ada masalah, baik Dari pihak saya mau pun pihak suami( masa lalu kami pemicu permasalahan)
2 bulan lalu saya tdk bs lagi kontrol emosi saya, hingga saya marah2 Dan memento cerai.. Berulang2 saya minta agar dia menceraikan saya, akhirnya dia pergi Tanpa kata, dia tdk pernah tlpn atau SMS jika saya tdk memulainya. Jujur sebenarnya saya masih mencintai dia. Namun sikon yg membuat saya ingin cerai. Namun sitiap saya tanya masalah perceraian dia tdk pernah menanggapi.
2 bulan ini kami bertemu 4x tapi dia tdk mau berhunungan kayaknya suami istri,
Berkali2 saya tanya jawabannya hanya, I never think about that karena saya sibuk mikitin exam and kerjaan, tapi 1 bulan yg lalu dia menghapus semua foot kenangan saya Dan dia di leptop.
Yg saya tanyakan, apakah status saya Sudan cerai. Apakah dia Sudan menceraikan saya?
Terimakasih atas perhatian Dan respon ustadzah
Jazakee Allaho khaeran

Anonymous said...

ass. wrwb.. pa ustad..

saya ricky, saya mau tanya soal perceraian, berhubung usia saya msh muda, istri saya pun masih muda 8th dr saya, jd saya tdk begitu mengerti soal perceraian yg sesungguh nya srta hukum2 islam yg terkandung didlamnya...

langsung dlm permasalahn sya., pa ustad, pernikahan sya baru berumur 1th, dlm 1 thun tesebut sya merasakan lumayan byk perselisihan, dr pemasalahn kecil maupun besar.. dlm perselisihan itu, saya selalu bersikap sabar dn menahan emosi sya, setiap kami berselisih istri saya selalu kasar dlm hal berbicara, sya selalu mencoba mebuat perselisihan itu tdk memakai emosi.. y mungkin dgn usia yg muda istri saya tdk bisa mengontrol emosinya..
setiap kami berselisih istri saya selalu mengatakan "kita pisah aja, kita cerai aja" tp saya slalu berusaha menyadarkan nya.. sampe akhir nya dia juga sadar.. trs dn trs kami membina rumah tangga.. dn perselisihan itu terjadi dgn kasus seperti yg diatas... sampai ke 5 kalinya.. berarti istri saya sudah mengatakan cerai 5 kali dlm 1 tahun.
dan dalam perselisihan terkahir dia tetap mengatakan ingin cerai.. saya mulai hilang kesabaran dn berpikiran saya sudh tidak ada harga dirinya dimata istri sya.. dn saya pun membalas perkataanya "teserah klo km mau cerai silahkan km bilng ma orng tua km dn gugat aq di pengadilan" dn saya pun pergi dr rumh karena rumah yg kami diamin adalah rumah mertua sya...
saya pisah ranjang sekita 2 minggu,.. dlm slama itu saya berusaha menyadarkan nya lagi hanya dlm sms n tlp.. tp istri sya tetap menginginkan perceraian.. dn saya merasa pasrah..

yg saya tanyakan pa ustad:
1. apakah dlm hal ini talak sudah jatuh? tlak ke brp?
2. dn apa hukumnya apabila istri sya dkt dgn laki2 lain dlm kata lain berpacaran?
3. apabila istri saya menggugat saya ke pengadilan, keputusan apa yg kan terjadi menurut pa ustad?

demikian segelintir permasalh sya pa ustad, smoga pa ustad bisa memberi jawaban yg sya nantikan, tdk mengurangi rasa hormat saya ucapkan terima kasih pas ustad
wslm...

Aep Saepulloh Darusmanwiati said...

Saya memohon maaf untuk semuanya. Mengingat pertanyaan masalah talak sangat banyak, dan ini merupakan masalah sangat urgen, maka saya tidak dapat menjawabnya di blog sini. Mohon rekan-rekan semua untuk menanyakannya langsung ke lembaga fatwa resmi yang dimiliki oleh pemerintah untuk masalah ini. Mohon maaf sekali lagi. Atau, jika masalahnya sangat mendesak juga, mohon pertanyaannya dikirim via email saya saja, insya ALlah saya jawab melalui email juga. Email saya: aepmesir@yahoo.com
Terima kasih sebelum dan sesudahnya.
Aep Saepulloh Darusmanwiati

Post a Comment